Ini dia Jadwal Ujian Tengah Semester Untuk mahasiswa IPTP 44 “Cemerlang”  tanggal 27 Oktober – 6 November 2010

1. Rabu, 27 Oktober 2010 Manajemen Lingkungan Ternak Pukul 08.00 – 10.00 Ruangan B1 dan C9-C10.

2. Senin, 1 November 2010 Teknik Pengolahan Limbah pukul 08.00 – 10.00 Ruangan B1.

3. Selasa, 2 November 2010 Dasar-Dasar Komunikasi pukul 08.00 – 10.00 Tempat di GWW.

4. Rabu, 3 November 2010 Manajemen Produksi Peternakan pukul 08.00 – 10.00 Tempat di C7-C8 dan C5-C6.

5. Kamis, 4 November 2010 Rumah Potong Hewan pukul 08.00 – 10.00 Tempat di A1 dan B1.

6. Jumat, 5 November 2010 Peternakan Terpadu pukul 13.30 – 15.30 Tempat di B1 dan B2.

Semangat Teman-teman..Mungkin semester 7 ini terakhir kita bersama-sama di kelas..cos semester 8 nanti rata-rata diantara kita sudah tidak ada jadwal kuliah lagi..tetapi bukan berarti kebersamaan kita akan berakhir. kita akan selalu bersama. Bersama meniti jalan-jalan perubahan untuk bangsa ini..

Cinta Misi

written: Anis Matta

Sang Khalifah termenung gundah. Sedih. Tampaknya belum ada tanda-tanda kalau kelaparan yang melanda kota Madinah akan segera berakhir. Puluhan orang meninggal sudah. Di tingkat teknis operasional rasanya semuanya sudah ia lakukan. Tapi masih adakah upaya lain yang mungkin ia lakukan?

Tidak jelas betul hubungannya. Tapi sang Khalifah kemudian merasa kalau ia membutuhkan tekad lebih besar. Cinta pada rakyat harus diekspresikan lebih nyata. Perasaan itulah yang mengantarnya kepada keputusan kecilnya: selama kelaparan ini masih berlangsung, Ummar bin Khattab tidak akan membiarkan seorang pun dari anggota keluarganya untuk makan daging, dan tidak boleh menggauli satu dari ketiga istrinya. Tidak ada korelasi teknis. Tapi sebagai pemimpin, Umar telah menyatakan tanggung jawab dan kepedulian kepada rakyatnya. Karena ia terlibat. Sangat terlibat.

Itu sebagian penampakan dari cinta misi. Ini buah keluhuran jiwa dan keyakinan yang kuat terhadap sebuah misi. Cinta pada sebuah misi mendorong kita mencintai semua orang dan pekerjaan yang ada di sepanjang jalan menuju misi itu. Semua orang. Semua pekerjaan. Disini cinta bekerja seperti mesin kendaraan. Tidak penting betul siapa penumpangnya, dan jalan mana yang harus dilalui.

Keluhuran misi menguasai jiwa sang pecinta dan membuat perasaan pada orang yang kita cintai jadi beda. Kita tidak sedang mencintai sebuah “bentuk” disini. Yang kita cintai adalah “gerak” yang lahir dari bentuk itu: gerak dari “manusia” sebagai sebuah “entity” di alam raya. Karena itu beda warna adalah variasi yang indah. Beda karakter juga kekayaan hidup. Semua niscaya. Karena kita memerlukannya untuk melukis misi di atas kanvas kehidupan kita.

Hubungan yang terbentuk dari cinta ini adalah penyatuan pada orbit pikiran. Perasaan kita bergerak mengitari orbit itu. Perasaan adalah fungsi pikiran. Ia lahir, bergerak dan meliuk seperti seorang penari mengikuti alur lagu. Orang yang kita cintai tidak harus memiliki perasaan yang sama. Para pecinta hanya berpikir bagaimana mencintai. Mereka tidak terganggu jika kemudian mereka tidak dicintai. Sebab mereka tidak mencintai “orangnya”. Mereka mencintai “entity”-nya. Sebab entity merupakan fungsi pencapaian misi.

Cinta inilah yang ada dan harus ada, misalnya di kalangan pada duat, ulama, mujahidin, guru, pekerja sosial, pemimpin politik, seniman, wartawan dan lainnya. Karena cinta ini tertuju pada gerak, bukan bentuk, maka semua pekerjaan yang terkait dengan pencapaian misi juga jadi niscaya.

Misalnya Khalid bin Walid. Ia mencintai “jihad”. Ia bukan menikmati “saat-saat membunuh orang”. Ia mencintai “pekerjaannya”. Karena itu niscaya untuk mencapai misi dakwah. Maka ia menikmati kesulitan-kesulitan di jalan itu. Lebih dari apapun juga. “Berada pada suatu malam yang dingin membeku, dalam sebuah pertempuran, lebih aku sukai daripan tidur bersama seorang gadis di malam pengantin,” katanya.

Ya Allah aku titipkan generasi setelahku:

Bentuklah mereka menjadi cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya

Berani menghadapi dirinya sendiri dalam menghadapi ketakutan

Manusia yang tabah dan bangga dengan kekalahan,

Tetap jujur dalam dan rendah hati dalam kemenangan,

Sadar bahwa mengenal-Mu dan mengenal dirinya adalah puncak pengetahuan

Janganlah bimbing mereka ke jalan yang mudah dan lunak

Namun, tuntunlah mereka ke jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan, dan tantangan

Biarkan mereka belajar untuk berdiri di tengah badai dan senantiasa blajar untuk mengasihi yang lain

Ajarilah mereka untuk berhati tulus dan bercita tinggi,

Sanggup memimpin dirinya sendiri sebelum mempuntai kesempatan memimpin orang lain

DPM D_0910

D’INSPIRATIF

fenomena mahasiswa TPB mencari-cari ruangan untuk kuliah di Kampus IPB kembali terjadi…Lucu memang..mengingat kampus ini begitu luas dan ruangan kuliah TPB tersebar dibeberapa Fakultas..Seru..karena mencari ruangan ramai-ramai, tanya sini, tanya situ..pindah dari satu fakultas ke Fakultas lain…
Fenomena ini harus menjadi perhatian kita semua..atau setidaknya ada petunjuk yang jelas ada dimana ruangan yang dimaksud..kalau dilihat ternyata nama ruangan yang ada dijadwal kuliah terkadang tidak dimengerti…

Tidak terasa tahun ajaran baru 2010/2011 akan segera dimulai. Sebelum dimulainya masa perkuliahan biasanya diawali dengan sebuah event yang besar yaitu MPKMB (Masa Pereknalan Kampus Baru) atau MPF (Masa Perkenalan Fakultas). Masa Perkenalan Fakultas atau yang sering kita singkat MPF merupakan sebuah event besar dan sangat penting. MPF penting dilaksanakan yaitu untuk menyambut mahasiswa yang baru masuk fakultas (tingkat dua) dan memperkenalkan Fakultas. Tak terkecuali di Fakultas Peternakan IPB, event ini selalu diadakan setiap tahunnya. Tahun 2010 ini MPF D (Masa Perkenalan Fakultas Peternakan) diadakan untuk menyambut adik-adik mahasiswa angkatan 46. MPF D akan dilaksanakan tanggal 3 – 5 Agustus 2010.

MPF D kali ini mengangkat tema “Growing Capabilities for Better Generation of Fapet Student”. Dengan tema ini diharapkan terbentuk mahasiswa baru angkatan 46 yang berjiwa kepemimpinan, loyal, solid, peduli, berbudi pekerti luhur, mempunyai semangat juang dan rasa memiliki yang tinggi, serta berjiwa entrepreneurship dalam membangun tatanan kehidupan bangsa Indonesia yang mandiri, makmur, dan sejahtera di masa depan. Oleh karena itu, peran serta mahasiswa amat sangat diperlukan sehingga mampu mengaktualisasikan peranannya sebagai agent of change pembangunan nasional. Masa Perkenalan ini diharapakan akan menambah wawasan bagi angkatan 46 tentang dunia Peternakan yang nyata, dan MPF merupakan langkah awal untuk menuju cita-cita bersama yaitu membentuk mahasiswa Peternakan yang siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan masalah yang terjadi baik di bangku kuliah maupun nanti saat terjun ke lapang.

Ada yang menarik dan luar biasa dari penyelenggaraan MPF D kali ini, yaitu dari tim acara akan mengundang alumni sukses dari Fakultas Peternakan yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. H. Suswono, MMA sebagai pembicara. Selain itu  pada hari ke 3 acara MPF akan dilaksanakan di UP3 Jonggol. Kegiatan MPF di Jonggol ini merupakan untuk yang pertama kalinya diadakan setelah sistem mayor minor diterapkan. Jumlah total peserta angkatan 46 dari dua Departemen yaitu IPTP dan INTP yang akan ikut kurang lebih 260 orang yang terbagi dalam 15 PAK. Semoga niat tulus dari panitia untuk membentuk generasi Fapet 46 yang lebih baik akan terwujud.